<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-28256417</id><updated>2011-04-21T20:07:51.942-07:00</updated><title type='text'>Liberating Your Minds....</title><subtitle type='html'>"Ambilah hikmah (pelajaran), dan jangan kau risaukan dari mana (dari siapa) hikmah itu keluar...." (Ali bin abi Thalib r.a.)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yandi Hermawandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03570954327706095648</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28256417.post-115510634040868717</id><published>2006-08-08T23:45:00.000-07:00</published><updated>2006-08-08T23:58:47.016-07:00</updated><title type='text'>Musim Semi</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7407/2990/1600/bbbbbbb.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7407/2990/320/bbbbbbb.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Musim semi, atau &lt;em&gt;spring &lt;/em&gt;mungkin satu musim yang tidak pernah terjadi di daerah tropis seperti di Indonesia. Musim semi adalah merupakan suatu kondisi dari pergantian musim sebelumnya. Musim semi terjadi setelah adanya musim gugur (&lt;em&gt;autumn&lt;/em&gt;) dan dingin (&lt;em&gt;winter&lt;/em&gt;). Biasanya masyarakat Eropa atau daerah lainnya, menyambut musim semi dengan rasa suka cita. Pemandangan yang sangat indah, &lt;em&gt;fascinating.....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Mengambil pelajaran dari musim semi, tampaknya lika-liku dan kompleksitas kehidupan manusia sama dengan pergantian musim di atas. Entahlah, &lt;em&gt;believe it or not&lt;/em&gt;, hidup pun berjalan demikian. Episode-episode pesakitan, kepedihan, dan linangan air mata kesedihan, suatu waktu akan berubah menjadi kebinaran, suka cita, tawa, dan linangan air mata kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengubah kesedihan dengan kebahagiaan, duka dengan suka, banyak cara bisa dilakukan. Seorang dai kondang dari Bandung mengatakan, "tersenyumlah, niscaya kekuatan senyum itu akan mengubah dunia ini". Seorang &lt;em&gt;trainer &lt;/em&gt;mengatakan, "berfikirlah positif, niscaya orang lain akan berfikir positif pada anda".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah dunia.... Dunia adalah dunia yang ada difikiran kita masing-masing..... Dunia adalah dunia dalam ide kita....... tugas kita adalah... maukah kita membagi dunia dalam fikiran kita itu dengan senyum dan kebaikan agar kelak bersemi pula senyum dan kebaikan orang lain bagi kita....... &lt;em&gt;wallahua'lam&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28256417-115510634040868717?l=paramadinamiddleeast.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/feeds/115510634040868717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28256417&amp;postID=115510634040868717' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/115510634040868717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/115510634040868717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/2006/08/musim-semi_08.html' title='Musim Semi'/><author><name>Yandi Hermawandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03570954327706095648</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28256417.post-115459341454342862</id><published>2006-08-03T00:57:00.000-07:00</published><updated>2006-08-03T01:26:16.003-07:00</updated><title type='text'>Sepeda dan lingkungan kita.....</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7407/2990/1600/abike.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7407/2990/320/abike.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sepeda, oh sepeda......&lt;br /&gt;kalo berbicara sepeda, saya pasti teringat pesantren dulu.... di pesantren dulu, sepeda merupakan &lt;em&gt;luxury &lt;/em&gt;yang hanya segelintir orang-orang penting (elit / borjuis) yang bisa mendapatkannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai santri biasa (proletar) saya tidak bisa memilikinya.... saya selalu teringat bagaimana ustadz begitu nikmatnya menggayuh sepeda kumbang zaman&lt;em&gt; pithecantropus erectus-nya &lt;/em&gt;ketika mengontrol santri-santrinya di pondok.... wah pondok.... pondok... hal-hal kecil bisa saja menjadi luar biasa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;zaman sekarang, sepeda sudah jarang dipakai anak-anak dewasa... kalo sudah &lt;em&gt;aqil baligh &lt;/em&gt;biasanya kita lebih baik dibelikan motor atau mobil, mana mau pake sepeda ke kampus apalagi kalo mau ketemu cewe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehehe...... jangan aneh, zaman memang sudah berubah...... arus besar tekhnologi dan informasi telah membawa kita ke zaman globalisasi.... itu artinya sepeda sudah kehilangan vitalitasnya.... sepeda sudah kehilangan semangat zamannya..... tapi apakah itu benar, kalo sepeda sudah kalah bersaing dengan motor dan mobil???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;zaman justru menjawab sendiri, justru sekarang kita butuh sepeda, selain sepeda sangat baik untuk kesehatan karena ada unsur-unsur &lt;em&gt;sport&lt;/em&gt;-nya, ternyata sepeda juga sangat ramah lingkungan.... untuk di Jakarta, kalo saja pak Sutiyoso dan pejabat-pejabat lainnya mau memberi contoh, misalnya pergi kekantor lebih baik dengan bersepeda dll, mungkin Jakarta tidak akan sepengap ini.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol Kyoto yang pernah kita tandatangani tentu perlu perlakuan praktisnya, selain harus ada pengujian emisi dari pembuangan asap kotor pabrik, dan kendaraan bermotor, mungkin kampanye penggunaan sepeda merupakan &lt;em&gt;policy &lt;/em&gt;lain yang dapat dilakukan pemerintah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu'alam&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;tulisan ini murni curhat bukan iklan dan tidak mendapatkan honor sedikitpun dari perusahaan sepeda... dijamin.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28256417-115459341454342862?l=paramadinamiddleeast.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/feeds/115459341454342862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28256417&amp;postID=115459341454342862' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/115459341454342862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/115459341454342862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/2006/08/sepeda-dan-lingkungan-kita.html' title='Sepeda dan lingkungan kita.....'/><author><name>Yandi Hermawandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03570954327706095648</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28256417.post-115459065032712157</id><published>2006-08-02T23:56:00.000-07:00</published><updated>2006-08-03T00:38:11.106-07:00</updated><title type='text'>Perhatian!!!!!  Jang Oon minta umat Islam di dunia bersatu....</title><content type='html'>Suatu hari jang Oon bertanya kepada saya mengenai pentingnya umat Islam bersatu melawan semua bentuk kekerasan yang dilakukan oleh Israel, dengan apapun caranya. Jang Oon yakin bahwa Yahudi adalah kelompok yang sangat memusuhi Islam, makanya Israel Yahudi harus segera dienyahkan dimuka bumi ini melalui persatuan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan Islam? tentu frase tersebut bukan merujuk pada sebuah kelompok Islam yang banyak berkembang di Jawa Barat (Persatuan Islam / Persis, atau banyak diplesetkan menjadi Persatuan Islam Sunda)..... Bukan itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan Islam yang dimaksud jang Oon adalah Persatuan umat Islam seluruh dunia, entah itu suatu pergerakan Pan-Islamisme yang pernah berkembang didunia, atau mungkin dengan me-revitalisasi peran OKI (Organisasi Konferensi Islam) yang merupakan wadah kerjasama negara-negara Islam baik politik, ekonomi, kebudayaan dsb......, atau mungkin kekhilafahan Islam, seperti kekhalifahan Islam Turki Utsmani yang pernah berjaya di jagat raya ini.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai kekhalifahan Islam pada masa kini, memang sedikit bernada utopis...... terutama jika ditinjau dari sudut Hubungan Internasional. Maksud saya adalah bahwa pada masa kini terutama setelah berkembangnya konsep &lt;em&gt;nation-state, &lt;/em&gt;dan munculnya negara-negara baru terutama pasca Perang Dunia ke-2, konsep kekhalifahan Islam sudah &lt;em&gt;out-of-date&lt;/em&gt;. konsep negara bangsa yang diibaratkan oleh Bennedict Anderson sebagai &lt;em&gt;the imagined community &lt;/em&gt;yang telah menjadi bidan lahirnya banyak negara (termasuk Indonesia), telah memupus konsep pengelompokan masyarakat &lt;em&gt;a la &lt;/em&gt;kekhalifahan Islamiyah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini untuk menjelaskannya. ....&lt;br /&gt;konsep negara bangsa itu jika berada dalam hubungan antar negara akan menimbulkan konsep kepentingan nasional. Dimana dalam konsep tersebut diterangkan bahwa kepentingan nasional adalah kepentingan masyarakat dalam sebuah negara yang akan senantiasa dijaga dan harus dipenuhi oleh pemerintahannya. Contohnya adalah kepentingan Indonesia dengan Amerika Serikat adalah kepentingan perdagangan, dimana banyak sekali pengrajin dan juga petani perkebunan di Indonesia mengekspor ke AS. Ini menyangkut kepentingan ekonomis- kepentingan nasional dari sektor ekonomi-perdagangan, bukan agama. Jadi, selama kita masih menggunakan konsep negara-bangsa maka pola hubungan kita dengan negara lain adalah semata-mata demi kepentingan nasional, apakah itu bersifat ekonomi, politik, sosial, budaya, dsb....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa konsep kekhalifahan Islamiyah sudah &lt;em&gt;out-of-date &lt;/em&gt;, karena konsep ini merujuk kepada kepentingan agama. Agama dipolitisasi.... mengapa konsep ini sudah &lt;em&gt;out-of date&lt;/em&gt; ? saya ambil contoh kasus invasi AS ke Irak pada tahun 2003 lalu, jika memakai konsep kekhalifahan maka seharusnya negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Kuwait, Turki, dan Pakistan harusnya mendukung Irak, dan melawan invasi tersebut. Tapi kenyataannya justru sebaliknya, mereka justru mendukung AS. Alasannya sederhana sebab mereka masih menggunakan konsep negara bangsa, dimana dalam jika dalam konteks hubungan antar negara mereka harus merujuk pada kepentingan nasionalnya, apakah dengan mendukung Irak, negara kami diuntungkan secara ekonomi atau politik?? ataukah dengan mendukung AS kami akan lebih diuntungkan?? Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang muncul dalam benak pemimpin negara saat ini... mereka bukan lagi berfikir apakah warga Irak seagama dengan kami??? atau, apakah warga AS yang kafir harus kami lawan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat realitas diatas, jang Oon ternyata harus berfikir banyak, memutar-mutar dulu otak lagi jika ingin mempersatukan negara-negara Islam di dunia..... rupanya jang Oon akan kelabakan, kecuali dia memiliki spirit seperti Imam Khomeini atau orang-orang besar sekelasnya...... &lt;em&gt;wallahua'lam&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28256417-115459065032712157?l=paramadinamiddleeast.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/feeds/115459065032712157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28256417&amp;postID=115459065032712157' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/115459065032712157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/115459065032712157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/2006/08/perhatian-jang-oon-minta-umat-islam-di.html' title='Perhatian!!!!!  Jang Oon minta umat Islam di dunia bersatu....'/><author><name>Yandi Hermawandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03570954327706095648</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28256417.post-115435139354212808</id><published>2006-07-31T06:04:00.000-07:00</published><updated>2006-08-03T01:38:38.150-07:00</updated><title type='text'>Halo, Apa kabarmu Persatuan Bangsa-Bangsa....!!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7407/2990/1600/arab.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7407/2990/320/arab.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu saya diundang Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jakarta untuk berbicara seputar krisis di Libanon akhir-akhir ini. Sahabat saya, Parid, sebagai seorang &lt;em&gt;“gegedug”&lt;/em&gt; PII asal Garut, entah mengapa mengundang saya untuk berbicara hal tersebut, padahal saya yakin banyak sekali teman dari PII yang lebih berkompeten berbicara mengenai hal tersebut. Singkatnya, pada waktu itu saya memutuskan untuk memberanikan diri berbicara di depan teman-teman PII, karena ini kesempatan yang sangat langka bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi berjalan dengan sangat menarik. Saya mengawali dengan memberikan sedikit gambaran konflik yang terjadi dan realitas politik internasional kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang menyita perhatian saya adalah ketika menyinggung masalah peran Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di pentas hubungan internasional. PBB memang terlihat (lagi-lagi, setelah banyak tragedi kemanusiaan lain seperti Invasi AS ke Afganistan dan Iraq) seperti macan ompong, kehilangan tajinya. Hal ini memang harus kita fahami bersama, sebab posisi PBB pada kenyataannya bukanlah suatu institusi pemerintahan dunia (&lt;em&gt;world government&lt;/em&gt;), dimana suatu saat jika ada keputusan-keputusan atau resolusi-resolusinya yang dilanggar maka PBB bisa memberikan sanksi tegas. Selama ini kebanyakan dari kita memiliki asumsi bahwa PBB seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari sejarah kemunculannya PBB pada tahun 1945, pasca Perang Dunia ke-2, organisasi ini lebih merupakan bentukan negara-negara para pemenang perang. Maka tidak heran, anggota organ Dewan Keamanan (DK) PBB diisi oleh negara-negara kampiun perang tersebut. Organ inilah yang akhir-akhir ini pernah mendapat sorotan tajam untuk segera melakukan reformasi. DK PBB merupakan organ yang sangat vital, sebab sangat kental dengan nuansa politis, ketimbang organ lain seperti Majelis Umum. Beberapa resolusi, termasuk resolusi untuk menghentikan kesewenangan Israel di Timur Tengah, diputuskan oleh orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah Israel menyerang daerah Libanon, DK PBB berkumpul untuk segera mengeluarkan sebuah resolusi penghentian penyerangan bagi Israel. Namun, justru resolusi yang telah disetujui anggota DK PBB lain (Inggris, Perancis, Rusia dan Cina) ditolak (&lt;em&gt;veto&lt;/em&gt;) oleh Amerika Serikat. Kejadian-kejadian seperti inilah mengapa DK PBB perlu segera direformasi. Bahkan jika saja resolusi tersebut disetujui, belum tentu pula Israel akan melaksanakan resoulsi tersebut. Berdasarkan pengalaman, sudah tak terhitung berapa resolusi PBB yang telah dilanggar Israel samapai saat ini, namun tidak mendapatkan sanksi tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorotan tajam pentingnya reformasi ditubuh DK PBB banyak disuarakan oleh negara-negara berkembang, seperti Brazil, India, termasuk Indonesia. Memang, jika anggota DK PBB merupakan negara-negara kuat pasca PD ke- 2, agaknya perkembangan diawal abad 21 ini konstelasinya telah berubah. Bila instrumen kekuasaan (&lt;em&gt;power&lt;/em&gt;) pada PD ke-2 (dan mungkin sampai perang dingin) adalah kekuatan militer, maka untuk saat ini telah berubah. Terlebih PBB telah memiliki konsep keamanan baru yang memusatkan perhatiannya pada keamanan berbasis kemanusiaan (&lt;em&gt;human security&lt;/em&gt;), seperti pengentasan kemiskinan, penyelamatan lingkungan hidup, pengurangan tingkat kelaparan, perhatian terhadap kesehatan dan lain-lain diluar aspek militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan hal diatas, maka DK PBB bukan saja harus diisi oleh negara-negara yang memiliki angkatan militer yang kuat dan memiliki senjata nuklir, akan tetapi membutuhkan negara-negara yang memiliki visi yang sama dalam menjaga keamanan berbasis kemanusiaan tersebut. Dengan kata lain, sudah saatnya DK PBB bersikap inklusif, terbuka, demi menjawab tantangan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 30 juli 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28256417-115435139354212808?l=paramadinamiddleeast.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/feeds/115435139354212808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28256417&amp;postID=115435139354212808' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/115435139354212808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/115435139354212808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/2006/07/halo-apa-kabarmu-persatuan-bangsa.html' title='Halo, Apa kabarmu Persatuan Bangsa-Bangsa....!!!!'/><author><name>Yandi Hermawandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03570954327706095648</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28256417.post-115434758762373087</id><published>2006-07-31T05:05:00.000-07:00</published><updated>2006-08-03T02:02:39.246-07:00</updated><title type='text'>Kepada Yth, warga keturunan Arab....</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7407/2990/1600/planet.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7407/2990/320/planet.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini saya buat 2 tahun yang lalu, sengaja saya posting, karena tulisan ini pernah membuat teman saya, terutama yang keturunan Arab, marah-marah setelah membacanya. jika anda baca dengan benar, sebenarnya tulisan ini biasa-biasa saja kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Nasihat Bagi Warga Keturunan Arab&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;Telah lama sekali orang Barat memiliki &lt;em&gt;stereotype&lt;/em&gt; bahwasannnya Islam itu adalah Arab. Padahal tentu saja tidak demikian, sebab tidak semua orang Arab itu beragama Islam. Banyak juga yang menganut agama lain, Kristen misalnya, yang menetap di Arab yang nenek moyangnya benar-benar keturunan Arab pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun memang masalah ini bukan permasalahan eksternal semata (orang Barat melihat umat Islam), namun ternyata pada tataran internal umat Islam sendiri, hal tersebut memiliki permasalahannya tersendiri yaitu tentang prilaku yang sesungguhnya hanya mencerminkan etnosentrime Arab dan diskriminasi baru, suatu hal yang sering dianggap bahwa ini adalah salah satu ajaran agama (sakral) yang jika dilanggar akan berdosa, padahal jika kita memahami ajaran Islam an sich dengan benar, ini adalah hanya suatu masalah yang bersifat duniawi (profan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah konsep Islam yang menerangkan sesungguhnya keluarga keturunan Rasul Muhammad adalah teramat mulia disisi Tuhan (konsep &lt;em&gt;ahl kitab&lt;/em&gt;). Dari konsep ini muncul reaksi yang berlebihan dari cucu-cucu keturunannya sampai sekarang. Untuk menjaga nasab (silsilah) tersebut, mereka melarang putri-putri mereka untuk menikah dengan pria yang tidak memiliki garis keturunan yang sama, sebab jika ini dilanggar maka garis keturunan Rasul tersebut akan menjadi hangus (di Indonesia, warga keturunan Arab yang memiliki garis keturunan dengan keluarga Rasul biasanya menyebut diri mereka dengan sebutan &lt;em&gt;sayyid&lt;/em&gt;). Namun untuk pria tak jadi masalah, menikah dengan siapapun tak akan menghanguskan garis tersebut dan tetap akan dikatakan telah melakukan konformitas (memang tradisi untuk menjaga nasab telah dilakukan oleh orang-orang Arab sebelum agama Islam datang. Sehingga dalam kasus ini, apa yang dilakukan mereka sebenarnya murni suatu tradisi, bukan perintah agama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Islam, kriteria untuk menikah, seseorang hanya tinggal melihat agama, kecantikan, nasab dan harta calon yang akan dinikahinya. Jadi sebenarnya faktor agamalah yang sangat prinsipil. Faktor nasab tersebut, tidak ada kaitannya dengan nasab yang telah kita singgung di atas. Nasab tersebut hanya mempermasalahkan bahwa calon pasangan hidup kita hendaknya datang dari keturunan keluarga yang baik dalam segi agama (seiman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, bahwa prilaku konformitas di atas tidak terkait dengan agama, melainkan hanya tradisi semata atau bisa juga dikatakan dengan &lt;em&gt;gemeinschaft by blood&lt;/em&gt; (Tonnies), gemeinschaft digambarkan sebagai kehidupan bersama yang intim, pribadi dan eksklusif. Prilaku tersebut hanya akan menimbulkan pelapisan (stratifikasi) sosial baru dimasyarakat (yang terlahir menjadi salah satu keturunan Rasul mendapat status tertentu atau ascribed status), yang tentu saja ini sangat kontras dengan konsep Islam yang banyak menyinggung isu egalitarianisme (persamaan). Dengan melihat kembali konsep &lt;em&gt;gemeinschaft&lt;/em&gt; Tonnies di atas, lantas apa bedanya dengan lapisan tertutup a la kasta di dalam agama lain, ini semakin memperjelas bahwa prilaku di atas tidak Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Islam sesungguhnya telah jelas, bahwa sesungguhnya manusia yang paling mulia disisi-Nya bukanlah dari suku bangsa mana ia datang, melainkan manusia mana yang paling bertakwa diantara meraka (manusia). Pada zaman Rasul Muhammad masih hidup, banyak orang Arab yang sangat bangga dengan suku bangsanya, karena Nabi terakhir ternyata lahir diantara suku bangsa mereka, kemudian Rasul Muhammad menyindir mereka bahwasannya tidak ada hal yang lebih mulia bagi orang Arab atas orang-orang asing (non-Arab) kecuali dengan ketakwaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu, Islam bisa dikatakan&lt;em&gt; melting pot&lt;/em&gt;, yaitu sebagai salah satu model integrasi manusia, sebab umat yang berada di dalam agama Islam, yang berdatangan dari berbagai latar belakang suku bangsa dan etnis, mampu melepaskan etnisitas dan pola chauvinisme mereka serta mampu membentuk pola budaya baru yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan (&lt;em&gt;fastabiqul khoiroot&lt;/em&gt;) untuk menjadi manusia yang paling mulia dihadapan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak menolak konsep &lt;em&gt;Ahl Bait&lt;/em&gt;, buktinya kita tetap akan memuliakan mereka pada setiap bersalawat pada Rasul Muhammad, namun sekedar untuk mengingatkan bahwa dengan datangnya Islam, perbedaan bangsa atau etnis tidak akan menjadi halangan untuk melakukan pernikahan berbeda latar belakang keturunan seperti kasus di atas, karena sekali lagi&lt;br /&gt;sesungguhnya tujuan diciptakannya berbangsa-bangsa dan bersuku-suku hanyalah untuk saling berkenalan (&lt;em&gt;taaruf&lt;/em&gt;) termasuk menikah. Dan yang termulia di antara kalian adalah (sekali lagi bukan dari bangsa atau suku mana kalian datang, melainkan) yang paling bertakwa diantara kalian. &lt;em&gt;Wallahua’lam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 18 januari 2004. Sehari sebelum ujian UAS semester I, di Universitas Paramadina.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28256417-115434758762373087?l=paramadinamiddleeast.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/feeds/115434758762373087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28256417&amp;postID=115434758762373087' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/115434758762373087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/115434758762373087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/2006/07/kepada-yth-warga-keturunan-arab.html' title='Kepada Yth, warga keturunan Arab....'/><author><name>Yandi Hermawandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03570954327706095648</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28256417.post-115434683226240465</id><published>2006-07-31T04:46:00.000-07:00</published><updated>2006-07-31T05:46:54.156-07:00</updated><title type='text'>Kebebasan dari Tuhan....</title><content type='html'>Dalam pengambilan keputusan bagi seorang yang beriman kepada Allah SWT (muslim) adalah al-Quran dan Assunah sebagai rujukan atau sumber dari segala sumbernya. Akan tetapi perlu dibedakan, bahwa jika dalam hal peribadatan atau &lt;em&gt;“ta’abudiyah”&lt;/em&gt; jelas kita harus langsung merujuk pada &lt;em&gt;“the two sources of Islam”&lt;/em&gt; itu karena hal tersebut, kata Ali bin Abi Thalib, secara epistimologis &lt;em&gt;“ghairu ma’qul”&lt;/em&gt; (irrasional). Sedangkan dalam hal yang bersifat secular, yang pada dasarnya bersifat rasional maka boleh kita berlogika terlebih dahulu, baru setelah menemui jalan buntudari permasalahan tersebut atau adanya at tanaazu’ (perselisihan), maka kita wajib kembali kepada dua sumber tersebut (An Nisa: 59). Itu semua karena ayat-ayat ahkam didalam ibadah dan ketuhanan sifatnya tegas dan jelas (&lt;em&gt;qhat’i&lt;/em&gt;), sedangkan ayat-ayat mu’amallah sifatnya tidak tegas dan jelas (&lt;em&gt;dzanni&lt;/em&gt;), karenannya ada kebebasan didalam penyikapan keduniawian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahnya dalam melihat suatu keadaan, sekarang manusia tidak langsung melihat pada realitas, mereka terlalu meyakini bahwa kesuksesan masa lalu adalah suatu kesempurnaan yang harus diikuti jejaknya secara literal pada zaman kini, padahal tentulah iklim social kemasyarakatannya pun sangat berbeda. Sehingga akhirnya selalu saja hal-hal seperti ini ada kesan “dicocok-cocokan” atau “dipaksakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru kalau kita kembali pada salah satu dari kedua sumber rujukan kita diatas, AlQuran, ada perintah agar kita menjadi orang yang tahu (‘&lt;em&gt;aalim&lt;/em&gt;, jamaknya : &lt;em&gt;‘ulamaa&lt;/em&gt;) (&lt;em&gt;Az zumar&lt;/em&gt; : 9), artinya dalam menyikapi suatu permasalahan tidaklah salah kalau kita memakai konteks “kesekarangan” (&lt;em&gt;up to date&lt;/em&gt;) dan dengan &lt;em&gt;view&lt;/em&gt; yang interdisipliner, dan lagi bukankah kita pun diperintahkan untuk senantiasa merefleksikan makna ayat &lt;em&gt;iqra!&lt;/em&gt; Yang secara generic yaitu bacalah!. Sedangakan dalam arti yang lebih luas, membaca tidak hanya membaca teks-teks buku, tetapi kita harus pintar membaca situasi social dan tanpa melupakan rujukan akhir “al quran dan assunah”, bukankah Islam itu rahmatan lil ‘alamiin, yang sangat memperhatikan social dan alam yang “berlaku” sampai akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebenarnya kebebasan yang kita miliki dari Tuhan, yang menghendaki kemudahan daripada kesukaran kepada kita, akhirnya marik kita renungkan sabda Rasulullah SAW &lt;em&gt;“antum a’lamu biumuuri dunyakum”,&lt;/em&gt; kalian lebih mengetahui urusan-urusan kalian, jelaslah kiranya bahwa Rasulullah sendiri (sebagai utusan Tuhan) menyadari bahwa Tuhan telah memberikan kebebasan untuk menyikapi urusan kita sesuai dengan zaman kita, karena memang sebenarnya kita yang lebih tahu. &lt;em&gt;Wallahua’lam&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28256417-115434683226240465?l=paramadinamiddleeast.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/feeds/115434683226240465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28256417&amp;postID=115434683226240465' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/115434683226240465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/115434683226240465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/2006/07/kebebasan-dari-tuhan.html' title='Kebebasan dari Tuhan....'/><author><name>Yandi Hermawandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03570954327706095648</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28256417.post-114796033518795256</id><published>2006-05-18T06:40:00.001-07:00</published><updated>2006-05-18T07:04:59.876-07:00</updated><title type='text'>the meaning of Ahmadinejad's visiting</title><content type='html'>The visiting of Ahmadinejad to Indonesia a couple days ago has an important meaning for the world generally, and the middle east  region particularly.  We have known that Iran has been an headlines news - state lately concerning its increasing nuclear capability. Iran has been very confident that the state does not do evil as United State accused. Iran has been accused by U.S. as one of three evil states (the axis of evil). In his visiting, Ahmadinejad wants to make belief Indonesians that its nuclear programme isn't aimed to create nuclear weapon as U.S. used to accuse Iran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28256417-114796033518795256?l=paramadinamiddleeast.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/feeds/114796033518795256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28256417&amp;postID=114796033518795256' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/114796033518795256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28256417/posts/default/114796033518795256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://paramadinamiddleeast.blogspot.com/2006/05/meaning-of-ahmadinejads-visiting_18.html' title='the meaning of Ahmadinejad&apos;s visiting'/><author><name>Yandi Hermawandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03570954327706095648</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
